Begini Kata Pemakai Wuling BinguoEV soal Pengisian Daya

BinguoEV telah menjadi salah satu dari keluarga mobil listrik di jajaran merek Wuling.

Kehadirannya turut meramaikan budaya kendaraan yang dicharge layaknya smartphone dan gadget dalam keseharian.

Apa rasanya memiliki sebuah Wuling BinguoEV termasuk urusan mengenai chargingnya?

Pemakaian Hampir Setahun

Bicara eksistensi, Wuling BinguoEV sudah setahunan resmi beredar di Indonesia. Ini termasuk yang dimiliki oleh Fanda.

Warga Bekasi ini sudah memakainya hampir 7.500 km setelah membelinya selama hampir satu tahun belakangan.

“Tipe BinguoEV gue yang Premium Range (410 kilometer),” kata Fanda.

Dipasangi Battery Lithium Ferro-phosphate IP67 certified, power 50 kW, Wuling memang memiliki pilihan dengan masing-masing keunggulan, torsi 150 Nm (333 km) & 125 Nm (410 km),

Pengalaman Pengisian Daya

Satu cerita yang menggugah penasaran saat bicara mobil listrik adalah soal charging.

“Ngecasnya nggak ribet,” aku Fanda soal mobil kompak 5 penumpang berdimensi panjang 3.950 mm, lebar 1.708 mm
dengan kapasitas bagasi 790 liter ini.

Ia memandang bahwa charging Wuling BinguoEV memudahkan di tengah aktivitas keseharian.

“Bisa ngecas dirumah, bisa sambil tidur, masak dan aktivitas lainnya. Pokoknya gokil abis,” katanya.

“Keren” jadi satu kata yang disimpulkan Fanda soal Wuling BinguoEV.

Ungkapan itu termasuk pada kecocokannya sebagai perempuan independen.

“Tiap hari gue ke kantor pakai BinguoEV selalu dilihatin orang-orang. Perpaduan warnanya cocok banget buat independent women. Keren,” ujarnya.

Dilengkapi juga dengan crusie control dan WIND atau perintah bahasa Indonesia khas Wuling, BinguoEV juga baginya enak dipakai.

“Nyaman, enak dipakai, bebas GaGe (ganjil genap),” ujarnya.

Leave a comment